Tukang Batu

Categories:

Di suatu komplek yang direncanakan akan dibangun sebuah komplek perdagangan besar di sebuah kota. tampak sibuk sekali aktivitasnya, ada mesin2 berat yang sibuk mengeruk tanah, ada mesin 2 yang suaranya bising, mereka bekerja keras mengejar deadline hingga bangunan ini selesai dan diresmikan. apalagi ada beberapa pejabat yang akan meresmikannya.

diantara para pekerja ini, ada beberapa pekerja yang kerjanya sebagai tukang batu, ada yang memecahkan batu dijalan masuk, ada yang tugasnya menata batu di lantai2 tertentu, karena batu2 besar diletakkan di lantai dasar, maka untuk mengangkatnya kelantai yang lebih tinggi akan digunakan ember2 yang ditarik dengan tali yang ada katrolnya, saat itu dilantai 4 batu2 nya telah habis dan para pekerja di lantai 4 berusaha supaya pekerja batu di lantai dasar segera memasukkan batu2 kedalam ember sehingga bisa segera diangkat ke atas, beberapa pekerja di lantai 4 berteriak-teriak kepada pekerja dilantai dasar, sayangnya suara teriakan mereka dikalahkan suara mesin berat dan suara mesin bor yang tengah bekerja, berkali-kali berteriak, tampak pekerja dilantai dasar tetap cuek sibuk memecahkan batu dan tidak mengindahkan mereka, akhirnya setelah lama berteriak para tukang batu dilantai 4 mulai kesal, salah seorang mempunyai inisiatif lain untuk mendapat perhatian dilantai dasar,

pekerjaitu kemudian mengambil batu kecil dan melemparkannya ke arah seorang pekerja di lantai dasar, lemparannya mengenai kepala seorang pekerja di lantai dasar, setengah kesal si pekerja di lantai dasar mencari2 dari mana asal lemparan batu itu, ternyata setelah melihat keatas barulah dia mengerti para pekerja di lantai 4 membutuhkan batu2nya.

apakah kita merasa Tuhan seperti itu, berulang kali Tuhan memanggil kita, tetapi kita begitu sibuk dan asyik dengan segala kesibukan, pekerjaan dalam kehidupan kita, segala hiruk pikuk dan kehidupan dan suasana riuh mesin kehidupan membuat kita sering kali lupa dengan Tuhan yang setiap waktu berseru-seru kepada kita, akibatnya Tuhan kadang harus melemparkan batu atau membiarkan diri kita terlempar dengan batu-batu kecil itu, agar kita bisa menengok keatas, kepada Dia yang menciptakan kita, apakah kita harus menunggu tuhan melemparkan batu kedalam hidup kita baru kita sadar..... dan meminta pertolongan Nya.


------o000o--------

Spread The Love, Share Our Article

Related Posts

No Response to "Tukang Batu"

Posting Komentar